Anak tuli lahir, mengalami Gangguan pendengaran, lumpuh KARENA lesi otak
menunjukkan Perbedaan komprehensi. Anak mungkin Memahami ujaran Tanpa Mampu
memproduksi DENGAN Baik KARENA adanya Gangguan PADA pendengarannya. Meski demikian,
mereka can be diajari membaca.
PADA Anak-anak normal, komprehensi bahasa Terus Berkembang Dan mendasari
Proses produksinya. Meski demikian, perkataan Anak TIDAK otomatis dijadikan ukuran JIKA
TIDAK didukung Konteks Yang Tepat, KARENA diduga Anak Belum Memahami Makna ujarannya
Sendiri. Komprehensi Dan Produksi Adalah doa HAL Yang TIDAK can be dipisahkan.
Anak Memahami ujaran sejak Usia 6 bulan. Mereka also Mampu Memahami kata,
frase, Dan kalimat Yang Ditulis SEBELUM Mampu mengatakannya. Penyanyi Berarti, komprehensi
Berkembang LEBIH PT KARYA CIPTA PUTRA SEBELUM Produksi. Sayangnya, Studi TENTANG komprehensi Sangat
Jarang, KARENA tes komprehensi Sulit dilakukan (TIDAK can be diobservasi Langsung).
Kalau komprehensi mempengaruhi Dan mendasari Proses berbicara, Maka Berpikir
merupakan dasar dasar Dari pemahaman. Berpikir dilakukan terutama hearts Proses menarik
Makna Dari kata Dan Struktur Yang dipajankan.
Perkembangan bahasa Anak, PADA masa Awal, dipengaruhi pajanan Orang Tua Yang
disebut parentis (Ringkas, simpel, Katanya Pendek Dan sederhana, Jelas Dan Lambat hearts
nada, Tekanan, Dan intonasi), Dan tuturan bayi Yang dipajani Parentis disebut (bicara bayi).
Keduanya Adalah fenomena yang universal Dan memiliki kaidah Yang terprediksi.
Anak kadang belajar bahasa DENGAN meniru, tetapi meniru mungkin Berkualitas
membeo (Tanpa komprehensi). Anak also melakukan Pengembangan strategi "coba-ralat" Saat
mengkonstruksi kaidah. Kesalahan seringkali Terjadi, tetapi Koreksi Naskah Langsung (pembetulan
Bentuk) Dan tak Langsung (pemberitahuan kaidah) dari Orang Tua Sering sia-sia.
Anak memperolah kata-kata konkret SEBELUM kata-kata abstrak. Hal Penyanyi Terjadi KARENA
Anak Harus mengaitkan Bentuk Dan referen, guna mengkonstruksi Makna. Kata konkret
dimanfaatkan untuk review mengkonstruksi Makna kata abstrak.
Dalam Proses belajar bahasa, Anak memanfaatkan Memori asosiatif (untuk review
mengaitkan Bentuk Dan objek) Dan Episodik (mengaitkan situasi dan Peristiwa dengan kata,
frase, Dan kalimat). Anak also memanfaatkan Logika induktif Dan deduktif guna
memformasikan kaidah dan Strategi berbicara. Logika induktif digunakan untuk review mempelajari
Bentuk, Makna, Dan kaidah Morfem-Morfem, sedang Logika deduktif digunakan untuk review
menunjukkan concept, argumentasi, premis menjabarkan Dan menarik konklusi. Pernyataan
Piaget Mengenai Logika deduktif PADA Anak Perlu dikaji ulang DENGAN ditemukannya buktibukti
baru.
Sedang diterjemahkan, harap tunggu..
