Hasil (
Bahasa Indonesia) 1:
[Salinan]Disalin!
5. diskusi dan pelajaranSingkatnya, penelitian ini menggunakan MCDM mendahului evaluasi kinerja dari pusat pendidikan Universitas ekstensi yang berbeda dari metode-metode yang diadopsi oleh sebelumnya penelitian yang relevan seperti analisis statistik, DEA, financial rasio, dll. Penelitian ini tidak hanya menggunakan ANP untuk studi keluar relatif pentingnya antara evaluasi perspektif dan indeks, tetapi juga bertujuan untuk membahas evaluasi struktur yang influence saling antara satu evaluasi perspektif dan lainnya. Melalui menggunakan DEMATEL untuk menganalisis hubungan kausal antara indeks kinerja, faktor-faktor penyebab dan faktor-faktor pengaruh, faktor pusat evaluasi indeks ditemukan sebagai referensi perbaikan untuk pengambil keputusan yang relevan. Berikut ini hasil analisis yang penting dan diskusi DEMATEL, ANP, VIKOR, dan diuraikan sebagai berikut.5.1. menggunakan DEMATEL untuk menganalisis hubungan kausal perspektifVia the result of DEMATEL causality analysis, it could be seen that ‘‘Internal process perspective (P)’’ contains feedback relation. In other words, the inner process affects itself. In consequence, the inner processes of extension education centers should be reviewed regularly and used for adjusting or improving their organizations according to their flaws so that they would be able to strive for perfection and move on to a higher level. Besides this, among all perspectives, ‘‘Internal process perspective (P)’’ is the most important one. It indicates that in the practical operation of extension education, internal procedure is the core value of an organization’s operation. Therefore, if it could be improved and adjusted continually, the upgrading of an organization’s entire performance might be able to be benefited. ‘‘Learning and growth (L)’’ is found the most important influential factor of extension education as well as it also affects other perspectives such as ‘‘Financial perspective (F)’’, ‘‘Customer perspective (C)’’, and ‘‘Learning and growth perspective (L)’’. Therefore, extension education centers and universities should encourage their staff positively to enhance their learning and growth. A performance reward system facilitates staff to construct an explicit target of work as well as further raising the satisfaction, increasing centripetal force and continuation of employees so that employees will focus on contributing more to work to advance the other three perspectives. Apart from these, the analysis result also reveals ‘‘Financial perspective (F)’’could be affected by the other three perspectives. As a result, in order to increase the business achievement of extension education centers, the requirement of three other BSC perspectives must be satisfied first. Nevertheless, comparing it to the real practice of extension education, this perspective actually has its flaws and some spaces to be improved. In a significant conference of operating policy of extension education in universities, the common problems were pointed out (Minstry of Education, 2004). These problems are the administrative position (first level unit or affiliated unit) and value of extension education centers in universities’ systems; the insufficient number of full-time people, the employees’ professional background, knowledge to this field and capabilities of extension education staffs being apparently inadequate; the training of extension education staffs not being enhanced and so forth. In consequence, extension education units of all universities can think of how to make their improvement actively and raising organizations’ operations using the result of causeand-effect relationships among the performance indices can as a road map for strategy development.5.2. memanfaatkan ANP untuk menganalisis bobot relatif indeks kinerja masing-masing'' Layanan purna jual '', '' omset volume'', '' pendapatan bersih '', '' mendirikan program utama '', dan '' kepuasan '' dianggap five atas evaluasi kunci indeks oleh ANP. TheHasil analisis menunjukkan bahwa satuan pendidikan merupakan pusat profit setiap universitas karena selain membuat profit sebagai orientasi mereka, unsur-unsur berikut harus dihargai sertaseperti layanan prosedur, kunci desain program dan kepuasan siswa dalam rangka untuk meningkatkan dan tumbuh kinerja operasi lain.5.3. menggunakan VIKOR untuk mengevaluasi kinerja dan peringkat Menurut evaluasi komprehensif kinerja dilakukan dengan metode VIKOR, kinerja Pusat Pendidikan Universitas B ekstensi lebih baik daripada A dan C Universitas. Sebagai soal fakta, membandingkan hasil praktek, Pusat Pendidikan ekstensi Universitas B memang yang paling populer dan kinerja operasi adalah yang terbaik di daerah Taoyuan. Sebagai akibatnya, kinerja setiap indeks kinerja unggul untuk dua Universitas lainnya. Namun, Universitas tidak membayar banyak perhatian untuk perpanjangan pendidikan dan memulai bisnis kemudian daripada yang lain sehingga indeks berikut yang diperlukan untuk menjadi enha
Sedang diterjemahkan, harap tunggu..
