Performance Accountability and Reporting System in IndonesiaThe financ terjemahan - Performance Accountability and Reporting System in IndonesiaThe financ Bahasa Indonesia Bagaimana mengatakan

Performance Accountability and Repo

Performance Accountability and Reporting System in Indonesia
The financial crisis in mid 1990 has a major impact on the public sector management in Indonesia. It has
also lead to the demand for better governance of the public sector (Irawanto, Ramsey & Ryan, 2011).
Before 1999, Indonesia had a highly centralized governmental system whereas the central government
fully controls all of the local governments. At the end of Suharto era, there has been a widespread
demand for democracy and control over their own affairs. Based on the pressures, the government
approved two laws on decentralization, which concerns administrative and financial administration of
local government (Law 22/1999 revised by Law 32/2004 and Law 25/1999 revised by Law 33/2004).
0/5000
Dari: -
Ke: -
Hasil (Bahasa Indonesia) 1: [Salinan]
Disalin!
Akuntabilitas kinerja dan sistem pelaporan di IndonesiaKrisis keuangan di pertengahan 1990 memiliki dampak besar pada manajemen sektor publik di Indonesia. Memilikijuga menyebabkan permintaan untuk tata-pemerintahan yang lebih baik dari sektor publik (Irawanto, Ramsey & Ryan, 2011).Sebelum tahun 1999, Indonesia memiliki sebuah sistem pemerintahan yang sangat terpusat dimana pemerintah pusatsepenuhnya mengontrol semua pemerintah daerah. Pada akhir zaman Soeharto, telah ada yang luaspermintaan untuk demokrasi dan kontrol atas urusan mereka sendiri. Berdasarkan tekanan, pemerintahdisetujui dua undang-undang desentralisasi, yang menyangkut administrasi dan keuangan Administrasipemerintah daerah (hukum 22 1999 direvisi oleh undang-undang 32 tahun 2004 dan hukum 25 tahun 1999 direvisi oleh hukum 33 tahun 2004).
Sedang diterjemahkan, harap tunggu..
Hasil (Bahasa Indonesia) 2:[Salinan]
Disalin!
Akuntabilitas Kinerja dan Pelaporan Sistem di Indonesia
Krisis keuangan pada pertengahan 1990 memiliki dampak besar pada manajemen sektor publik di Indonesia. Hal ini telah
juga menyebabkan permintaan untuk pemerintahan yang lebih baik dari sektor publik (Irawanto, Ramsey & Ryan, 2011).
Sebelum tahun 1999, Indonesia memiliki sistem pemerintahan yang sangat terpusat sedangkan pemerintah pusat
sepenuhnya mengontrol semua pemerintah daerah. Pada akhir era Suharto, telah terjadi meluas
permintaan untuk demokrasi dan kontrol atas urusan mereka sendiri. Berdasarkan tekanan, pemerintah
menyetujui dua undang-undang tentang desentralisasi, yang menyangkut administrasi administrasi dan keuangan
pemerintah daerah (UU No. 22/1999 direvisi oleh UU 32/2004 dan UU 25/1999 direvisi oleh UU 33/2004).
Sedang diterjemahkan, harap tunggu..
 
Bahasa lainnya
Dukungan alat penerjemahan: Afrikans, Albania, Amhara, Arab, Armenia, Azerbaijan, Bahasa Indonesia, Basque, Belanda, Belarussia, Bengali, Bosnia, Bulgaria, Burma, Cebuano, Ceko, Chichewa, China, Cina Tradisional, Denmark, Deteksi bahasa, Esperanto, Estonia, Farsi, Finlandia, Frisia, Gaelig, Gaelik Skotlandia, Galisia, Georgia, Gujarati, Hausa, Hawaii, Hindi, Hmong, Ibrani, Igbo, Inggris, Islan, Italia, Jawa, Jepang, Jerman, Kannada, Katala, Kazak, Khmer, Kinyarwanda, Kirghiz, Klingon, Korea, Korsika, Kreol Haiti, Kroat, Kurdi, Laos, Latin, Latvia, Lituania, Luksemburg, Magyar, Makedonia, Malagasi, Malayalam, Malta, Maori, Marathi, Melayu, Mongol, Nepal, Norsk, Odia (Oriya), Pashto, Polandia, Portugis, Prancis, Punjabi, Rumania, Rusia, Samoa, Serb, Sesotho, Shona, Sindhi, Sinhala, Slovakia, Slovenia, Somali, Spanyol, Sunda, Swahili, Swensk, Tagalog, Tajik, Tamil, Tatar, Telugu, Thai, Turki, Turkmen, Ukraina, Urdu, Uyghur, Uzbek, Vietnam, Wales, Xhosa, Yiddi, Yoruba, Yunani, Zulu, Bahasa terjemahan.

Copyright ©2025 I Love Translation. All reserved.

E-mail: