Pertanian intensif telah terlibat dalam transmisi
mematikan virus Nipah ke manusia. Antara tahun 1970 dan 1990-an, babi
dan mangga produksi tiga kali lipat di Malaysia. Pohon mangga yang biasanya
ditanam nea
r babi kandang, menarik kelelawar buah ke daerah. Kelelawar
makan dan bersarang di pohon-pohon, ternak terdekat terinfeksi
virus Nipah, yang akhirnya menyebar ke buruh tani. Hal ini diasumsikan
bahwa distribusi geografis henipaviruses tumpang tindih dengan yang dari
Pteropus
kategori. Hipotesis ini diperkuat dengan bukti
infeksi henipavirus di
Pteropus
kelelawar dari Australia, Bangladesh,
Kamboja, Cina, India, Indonesia, Madagaskar, Malaysia, Papua New
Guinea, Thailand dan Timor-Leste [30,33,35,36]. Selain itu,
deteksi antibodi terhadap virus Nipah dan Hendra di straw-
kelelawar buah berwarna
(Eidolon helvum) [34], menunjukkan bahwa virus ini mungkin hadir dalam distribusi geografis dari Pteropodidae kelelawar, tidak hanya di Asia, tapi diperpanjang ke Afrika, pantai Semenanjung Arab, Timur Tengah, Siprus dan Selatan Turki.
Sedang diterjemahkan, harap tunggu..
