Hasil (
Bahasa Indonesia) 1:
[Salinan]Disalin!
Layanan pajak Indonesia Buku saku pajak 2015 www.PWC.com/id Isi Pajak pendapatan perusahaan 1 Tarif pajak; Kediaman pajak; Pembayaran pajak; Keuntungan bisnis; Tunjangan modal; Batasan pengurangan; Kerugian; Distribusi laba; Margin keuntungan dianggap; Industri khusus dan kegiatan; Mentransfer harga pajak pendapatan Individual 16 Tarif pajak yang normal; Tarif pajak konsesional; Bantuan pribadi utama; Kediaman pajak; Pendaftaran dan pengajuan; Pembayaran pajak; Manfaat-di-kind (BIK); Sistem jaminan sosial; Dianggap gaji Pemotongan/pemungutan pajak 24 Artikel 21, 22, 4(2), 23 dan perjanjian pajak internasional 26 pajak penghasilan 34 Ganda perjanjian perpajakan; Pertukaran informasi pajak perjanjian pajak pertambahan nilai 44 Umum; Fasilitas pembebasan PPN Pajak penjualan barang mewah 56 Barang kena pajak selain kendaraan bermotor; Kendaraan bermotor Bea dan Cukai 62 Bea masuk; Pajak Ekspor; Cukai Konsesi pajak 66 Konsesi pajak penghasilan; Konsesi LST; Konsesi pada proyek-proyek khusus dan zona khusus Tanah dan bangunan 77 Tanah dan bangunan pajak; Pajak atas tanah dan bangunan transfer; Tugas pada perolehan tanah dan bangunan hak materai 81 Pembayaran pajak dan pajak pengajuan 83 Akuntansi untuk pajak 87 Audit Pajak dan pajak penilaian 89 Pengumpulan pajak menggunakan tekanan Waran 96 Sengketa pajak dan resolusi 98 Keberatan; Naik banding; Jalan lain untuk penyelesaian sengketa pajak; Permintaan Judicial Review ke Mahkamah kontak 102 Pajak pendapatan perusahaan Pajak pendapatan perusahaan Tarif pajak Umumnya, rata-rata sebesar 25% berlaku. Perusahaan publik yang memuaskan minimal daftar persyaratan 40% dan kondisi lain berhak untuk pajak dipotong sebesar 5% dari tingkat standar, memberi mereka tarif pajak efektif 20% (Lihat halaman 69). Usaha kecil, yaitu perusahaan pembayar pajak dengan omset tahunan tidak lebih dari Rp50 miliar, berhak mendapatkan diskon 50% tingkat standar pajak yang dikenakan secara proporsional pada penghasilan kena pajak bagian gross omset hingga Rp4.8 milyar. Perusahaan tertentu dengan gross omset tidak lebih dari Rp 4,8 miliar dikenakan pajak Final 1% dari omset. Residence pajak Sebuah perusahaan diperlakukan sebagai penduduk Indonesia untuk keperluan pajak berdasarkan memiliki penggabungan atau domisili yang ada di Indonesia. Perusahaan asing yang melaksanakan kegiatan usaha melalui suatu pendirian tetap (PE) di Indonesia umumnya akan harus menanggung kewajiban pajak yang sama sebagai pembayar pajak penduduk. Pembayaran pajak Wajib dan Indonesia PEs dari perusahaan asing harus menyelesaikan kewajiban pajak mereka baik dengan pembayaran langsung, withholdings pihak ketiga, atau kombinasi keduanya. Asing PwC Indonesia Pajak buku saku Indonesia 2014 1 Pajak pendapatan perusahaan perusahaan tanpa PE di Indonesia harus menyelesaikan kewajiban pajak untuk pendapatan mereka bersumber Indonesia melalui pemotongan pajak oleh pihak Indonesia membayar pendapatan. Pajak bulanan angsuran (pajak penghasilan Pasal 25) merupakan bagian pertama dari pembayaran pajak untuk dilakukan oleh wajib dan PEs Indonesia sebagai pembayaran di muka mereka saat ini tahun kewajiban pajak pendapatan perusahaan (CIT). Pajak cicilan bulanan umumnya dihitung menggunakan pajak pendapatan perusahaan Pemesanan (CITR). Perhitungan cicilan khusus berlaku untuk pembayar pajak baru, keuangan sewa perusahaan, Bank, BUMN, perusahaan terdaftar dan pembayar pajak lainnya dengan berkala persyaratan pelaporan. Pajak yang dipungut oleh pihak ketiga tertentu pendapatan (Pasal 23 pajak penghasilan) atau pajak harus dibayar di muka pada transaksi tertentu (misalnya, Pasal 22 pendapatan pajak impor) juga merupakan biaya dibayar di muka untuk tahun sekarang CIT kewajiban dari penerima pendapatan atau pihak yang melakukan impor (Lihat halaman 29-31 untuk pendapatan item dikenakan pajak penghasilan Pasal 23 dan 24-28 untuk transaksi dikenakan pajak penghasilan Pasal 22 halaman). Jika jumlah pajak yang dibayar di muka melalui tahun (artikel 22, 23, dan 25 pajak pendapatan) dan pajak yang dibayar di luar negeri (pajak penghasilan Pasal 24) berjarak kurang dari total CIT karena, pembayar pajak harus menyelesaikan kekurangan sebelum mengajukan CITR yang. Pembayaran dianggap sebagai pajak penghasilan Pasal 29. 2 Pajak buku saku Indonesia 2014 PwC Indonesia Pajak pendapatan perusahaan Jenis tertentu dari pendapatan yang diterima oleh wajib atau Indonesia PEs dikenakan pajak pendapatan final. Dalam hal ini, pajak ditahan oleh pihak ketiga (disebut sebagai pajak penghasilan Pasal 4(2)) merupakan penyelesaian akhir pajak penghasilan untuk penghasilan yang tertentu (Lihat halaman 28-29 untuk pendapatan item dikenakan PPh final di bawah pajak penghasilan Pasal 4(2)). Untuk perusahaan asing tanpa PE di Indonesia, pajak yang dipotong dari pendapatan bersumber Indonesia oleh pihak Indonesia membayar pendapatan (pajak penghasilan Pasal 26) merupakan penyelesaian akhir pajak penghasilan mereka karena (Lihat halaman 32-33 untuk pendapatan item dikenakan pajak penghasilan Pasal 26). Laba usaha Laba usaha kena pajak dihitung berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang normal sebagaimana telah diubah oleh penyesuaian pajak tertentu. Umumnya, pengurangan yang diperbolehkan untuk semua pengeluaran yang dikeluarkan untuk memperoleh, mengumpulkan dan memelihara laba kena pajak usaha. Perbedaan waktu mungkin timbul jika pengeluaran tercatat sebagai pengeluaran untuk akuntansi yang tidak dapat segera mengklaim sebagai pengurang pajak. Modal tunjangan Depresiasi Pengeluaran yang dikeluarkan dalam hubungannya dengan aset dengan kehidupan yang bermanfaat dari lebih dari satu tahun yang dikategorikan dan disusutkan dari bulan akuisisi oleh penggunaan yang konsisten baik PwC Indonesia Pajak buku saku Indonesia 2014 3 Pajak pendapatan perusahaan Tanyakan atau metode saldo menurun, sebagai berikut: 1. Kategori 1 – 50% (menurun-saldo) atau 25% (tanyakan) pada aset dengan kehidupan yang bermanfaat empat tahun. Examples of assets in this category are computers, printers, scanners, furniture and equipment constructed of wood/rattan, office equipment, motorcycles, special tools for specific industries/services, kitchen equipment, manual equipment for agriculture, farming, forestry and fishery industries, light machinery for the food and drink industries, motor vehicles for public transportation, equipment for the semi-conductor industry, tools and accessories for deep water anchor equipment rentals, and base station controller for the cellular telecommunication services. 2. Category 2 – 25% (declining-balance) or 12.5% (straight-line) on assets with a beneficial life of eight years. Examples of assets in this category are furniture and equipment constructed of metal, air conditioners, cars, buses, trucks, speed-boats, containers and the like. The category also covers machinery for agriculture, plantations, forestry activity, fisheries, for food and drink, light machinery, logging equipment, equipment for construction, heavy vehicles for transportation, warehousing, and communication, telecommunications equipment, equipment for the semi-conductor industry, tools for deep water anchor equipment rentals, and tools for cellular telecommunication services. 4 Indonesian Pocket Tax Book 2014 PwC Indonesia Corporate Income Tax 3. Category 3 – 12.5% (declining-balance) or 6.25% (straight-line) on assets with a beneficial life of 16 years. Examples of assets in this category are machines for general mining other than in the oil and gas sector, machines for the textile, timber, chemical and machinery industries, heavy equipment, docks and vessels for transportation and communication, and other assets not included in the other categories. 4. Category 4 – 10% (declining-balance) or 5% (straight-line) on assets with a beneficial life of twenty years. Examples of assets in this category are heavy construction machinery, locomotives, railway coaches, heavy vessels, and docks. 5. Building category – 5% (straight-line) on assets in the permanent building category with a useful life of 20 years; or 10% (straight-line) on assets in the non-permanent building category with a useful life of ten years. Included in the cost of the buildings is the Duty on the Acquisition of Land and Building Rights ( Bea Pengalihan Hak atas Tanah dan Bangunan/BPHTB). More comprehensive lists of the assets included in each category are set out in certain Minister of Finance (MoF) regulations. Separate lists of assets and depreciation rates for the oil and gas sector are also specified in a MoF regulation. PwC Indonesia Indonesian Pocket Tax Book 2014 5 Corporate Income Tax Special rules apply to assets used for certain industries (i.e., forestry, plantation and cattle breeding) and assets used in certain areas for KAPETs (see pages 72-73). Amortisasi Properti tidak berwujud atau biaya, termasuk biaya untuk memperluas bangunan menggunakan hak-hak, hak untuk penggunaan bisnis, hak untuk menggunakan dan niat baik dengan masa manfaat lebih dari satu tahun, harus amortised pada basis berikut, sebagai tepat: a. menggunakan tanyakan atau metode saldo menurun pada harga yang ditentukan dalam kategori 1, 2, 3, dan 4 di bawah depresiasi (atas) , berdasarkan kehidupan berguna properti: Kategori 1: 4 tahun Kategori 2: 8 tahun Kategori 3:16 tahun Kategori 4:20 tahun Klasifikasi ke dalam kategori yang sesuai ditentukan berdasarkan pada contoh yang terdekat berguna hidup (misalnya, aset tidak berwujud dengan kehidupan yang berguna enam tahun dapat jatuh di bawah kategori 1 atau 2 kategori, sementara aset tidak berwujud dengan berguna hidup lima tahun di bawah kategori 1). b. biaya pendirian dan perluasan dari ibukota suatu perusahaan diklaim secara penuh pada tahun di mana pengeluaran yang timbul atau yang amortised menggunakan baik 6 Pajak buku saku Indonesia 2014 PwC Indonesia Pajak pendapatan perusahaan saldo menurun atau pada garis lurus metode TARIF sebagai berikut: Kategori 1:50 % penurunan-keseimbangan; 25% pada garis lurus kategori 2:
Sedang diterjemahkan, harap tunggu..
