Dalam penelitian ini, pengendalian diri, penundaan, gangguan motivasi, dan penyesalan
yang dianggap sebagai penentu nilai sekolah dan keseimbangan hidup (didefinisikan sebagai
pengalaman kehidupan yang seimbang subyektif). Berurusan dengan tugas-tugas akademik di
bidang dan di berbagai arena kehidupan lainnya adalah khas untuk remaja. Prediktor
dianggap relevan untuk menangani beberapa kegiatan alternatif. Pengendalian diri
dipandang sebagai sumber daya yang terkait dengan hasil positif dalam masyarakat
hidup. Variabel lain yang dilihat sebagai erat terkait dengan penanganan beberapa
kegiatan alternatif dalam konflik tujuan. Sampel terdiri dari 348 siswa kelas sepuluh
yang menyelesaikan kuesioner selama pelajaran sekolah reguler. Hasil regresi
analisis menunjukkan bahwa pengendalian diri adalah prediktor signifikan sekolah
nilai dan keseimbangan hidup, sementara penundaan itu hanya terkait dengan nilai sekolah,
dan bahwa gangguan motivasi serta penyesalan dikaitkan dengan kehidupan
keseimbangan. Arti penting dari pola diferensial ini bagi kehidupan remaja 'yang
dibahas.
Sedang diterjemahkan, harap tunggu..
