Hasil (
Bahasa Indonesia) 1:
[Salinan]Disalin!
Gagak cemburu Jauh, jauh ada rumpun pohon-pohon rindang mangga. Salah satu pohon-pohon hijau hiduplah sebuah cuckoo dan gagak. Mereka adalah cukup sama dalam penampilan. Kedua burung-burung yang hitam. Hanya gagak adalah sedikit lebih besar. Cuckoo akan meletakkan semua telurnya di crow's nest. Untuk cukup kadang-kadang mereka hidup sebagai teman baik. Cuckoo punya suara yang manis dan sering ia akan mengisi grove dengan melodi swett nya. Suatu hari, seorang musafir berlalu. Malam jatuh dan ada kegelapan di sekitar. Wisatawan yang sudah lelah. Jadi dia memutuskan untuk spen malam di bawah pohon mangga besar pada yang gagak dan cuckoo tinggal. Malam itu sangat menyenangkan. Full moon adalah penumpahan kilau dia sendirian di langit. Sekitar menakutkan membuat cuckoo merasa amat bahagia. Ia terus bernyanyi sepanjang malam panjang dan passserby hanya terpesona oleh cockoo's manis lagu. Malam berlalu. Fajar hari. Itu sekarang giliran crow's untuk sapi. Suaranya begitu keras telinga bahwa perjalanan segera meninggalkan tempat. Ketika thr gagak melihat para traveler yang meninggalkan tempat, dengan jijik dia merasa cemburu bersuara manis burung. Ketika burung telah pergi untuk mencari makanan burung gagak pergi ke sarang dengan putus asa dan melanggar semua telur, ia melemparkannya ke bawah. Cuckoo, menemukan semua telur nya hancur, marah dengan kesedihan. Dia pergi ke gagak dan berkata, "Oh saudara, kita selalu hidup seperti teman-teman. Apa yang membuat Anda istirahat semua telur saya?" “Well sister, as you sang, the unknown traveler stayed the whole night. When I started cawing he left the place. I felt insulted and broke all your eggs. Now let us both go to the traveler and ask him why he did so.” So, both the birds flew and flew till they spotted the traveler. When the crow asked him, he replied, “I was carried away by the cuckoo’s enchanting voice but your voice was intolerably harsh. So i left the place. But both of you have been old friends, so you should always live in harmony. You should not feel jealous of your friend.” These words of the passerby pacified both cuckoo and the crow. After that day they lived peacefully. The just and kind words of a traveler destroyed the ill feeling of jealousy in the crow just as a sorinking of a little cold water settles the boiling milk.
Sedang diterjemahkan, harap tunggu..
