Dynamics Exogenous to Islam Shaping Relationshipbetween Religion and P terjemahan - Dynamics Exogenous to Islam Shaping Relationshipbetween Religion and P Bahasa Indonesia Bagaimana mengatakan

Dynamics Exogenous to Islam Shaping

Dynamics Exogenous to Islam Shaping Relationship
between Religion and Politics
While the peculiarities of Indonesian Islam certainly play a role in why democracy
fell on fertile grounds in Indonesia, factors not inherently related to the
forms of Islam practiced in the archipelago have to be also taken into account.
These include the fragmentation of Islamic authority in civil society, a de-institutionalized
political party system, as well as institutional developments of recent
years related to state reform, all of which have prevented radical Islam from gaining
political ground.
Fragmentation of Islamic authority in civil society
One of the main reasons why Islam and democracy have entered into such a
joyous relationship in Indonesia is the fragmentation of Islamic authority in Indonesia’s
civil society.16 The absence of a unified Islamic center is partially rooted in
the country’s history. The diversity of Indonesian Islam is usually seen as a result
of the way the Islamic conversion occurred in the archipelago. Due to the absence
of an overarching kingdom with centralized authority, the Islamization of the
population was subject to various kinds of influences and accommodations with
pre-Islamic beliefs and practices in the different parts of the country. The policy
of the Dutch colonial powers to deny Indonesian rulers state-based authority over
the institutions of Islamic worship, pilgrimage, schooling, and jurisprudence further
prevented a state-based, unified form of Islam to emerge in Indonesia. This
pattern has become even more distinct due to developments of recent years. In
contemporary Southeast Asia, “established ecclesiastical hierarchies...are in crisis,
their hegemonies under threat...It is no exaggeration to speak of tectonic shifts
in the politics of religious knowledge, or...the democratization of religion.” writes
John T. Sidel.17 In Indonesia, Sidel continues, this has manifested itself not only in
the abolishment of formal and informal restrictions upon religious life18 but also
in the emergence of new sources of religious authority19 and a renewal of forms
and patterns of religious practice and clerical mediation.20 Consequently, religious
notables saw their monopoly over religious affairs evaporate and, as a result, their
influence has diminished over the last decade in both Java,21 the heartland of the
country, and Outer Island Indonesia
0/5000
Dari: -
Ke: -
Hasil (Bahasa Indonesia) 1: [Salinan]
Disalin!
Dinamika eksogen Islam yang membentuk hubunganantara agama dan politikSementara kekhasan Islam Indonesia tentu memainkan peran dalam mengapa demokrasijatuh di taman yang subur di Indonesia, faktor-faktor yang tidak secara inheren berkaitanbentuk-bentuk Islam yang dipraktekkan di Kepulauan harus juga diperhitungkan.Ini termasuk fragmentasi otoritas Islam di masyarakat sipil, de-institutionalizedsistem politik Partai, serta kelembagaan perkembangan barutahun terkait dengan reformasi negara, semua yang telah mencegah Islam radikal dari mendapatkanpolitik tanah.Fragmentasi Islam otoritas dalam masyarakat sipilSalah satu alasan utama mengapa Islam dan demokrasi telah masuk ke dalam sepertisukacita hubungan di Indonesia adalah fragmentasi otoritas Islam di Indonesiasociety.16 sipil tidak adanya pusat Islam bersatu sebagian berakarsejarah negara itu. Keragaman Islam Indonesia biasanya dilihat sebagai akibatnyacara Islam konversi terjadi di Nusantara. Karena tidak adanyakerajaan yang menyeluruh dengan otoritas terpusat, Islamisasijumlah penduduk pada tunduk pada berbagai macam pengaruh dan akomodasi dengankeyakinan pra-Islam dan praktik dalam berbagai negara. Kebijakandari kekuasaan kolonial Belanda untuk menyangkal otoritas berbasis negara Indonesia penguasa ataslembaga-lembaga Islam ibadah, ziarah, sekolah, dan yurisprudensi lebih lanjutmencegah bentuk berbasis negara bagian, bersatu Islam muncul di Indonesia. Inipola ini telah menjadi bahkan lebih berbeda karena perkembangan beberapa tahun terakhir. Dalamkontemporer Asia Tenggara, "didirikan gerejawi hierarki... dalam krisis,mereka hegemonies di bawah ancaman... Tidaklah berlebihan untuk berbicara tektonik pergeserandi bidang ilmu agama, politik atau... demokratisasi agama. "menulisJohn T. Sidel.17 di Indonesia, Sidel berlanjut, ini telah terwujud tidak hanya dipenghapusan pembatasan formal dan informal bagi agama life18 tetapi jugadalam munculnya sumber-sumber baru agama authority19 dan pembaruan dari bentukdan pola amalan agama dan ulama mediation.20 Akibatnya, agamatokoh-tokoh melihat mereka monopoli atas keagamaan menguap dan, sebagai akibatnya, merekapengaruh telah berkurang selama dekade terakhir di kedua Jawa, 21 jantungnegara, dan luar pulau Indonesia
Sedang diterjemahkan, harap tunggu..
Hasil (Bahasa Indonesia) 2:[Salinan]
Disalin!
Dinamika eksogen Islam Shaping Hubungan
antara Agama dan Politik
Sementara kekhasan Islam Indonesia tentu berperan dalam mengapa demokrasi
jatuh pada lahan yang subur di Indonesia, faktor tidak inheren terkait dengan
bentuk-bentuk Islam dipraktekkan di Nusantara telah harus juga diperhitungkan .
Ini termasuk fragmentasi otoritas Islam di masyarakat sipil, sebuah de-dilembagakan
sistem partai politik, serta perkembangan kelembagaan baru
tahun terkait dengan menyatakan reformasi, semua yang telah dicegah Islam radikal dari mendapatkan
tanah politik.
Fragmentasi otoritas Islam di masyarakat sipil
Salah satu alasan utama mengapa Islam dan demokrasi telah memasuki suatu
hubungan menggembirakan di Indonesia adalah fragmentasi kekuasaan Islam di Indonesia yang
society.16 sipil Tidak adanya pusat Islam bersatu sebagian berakar pada
sejarah negara itu. Keragaman Islam Indonesia biasanya terlihat sebagai hasil
dari cara konversi Islam terjadi di Nusantara. Karena tidak adanya
suatu kerajaan menyeluruh dengan otoritas terpusat, Islamisasi dari
populasi adalah tunduk pada berbagai macam pengaruh dan kamar dengan
keyakinan pra-Islam dan praktek di berbagai bagian negara itu. Kebijakan
dari kekuasaan kolonial Belanda untuk menolak penguasa Indonesia otoritas berbasis negara atas
lembaga ibadah Islam, haji, pendidikan, dan yurisprudensi lanjut
mencegah, bentuk terpadu berbasis negara Islam muncul di Indonesia. Ini
pola telah menjadi bahkan lebih jelas karena perkembangan dari tahun-tahun terakhir. Dalam
kontemporer Asia Tenggara, "didirikan hierarki gerejawi ... berada dalam krisis,
hegemoni mereka di bawah ancaman ... Tidaklah berlebihan untuk berbicara tentang pergeseran tektonik
dalam politik ilmu agama, atau ... demokratisasi agama." Tulis
John T. Sidel.17 Di Indonesia, Sidel terus, ini telah terwujud tidak hanya di
penghapusan pembatasan formal dan informal pada life18 agama tetapi juga
dalam munculnya sumber-sumber baru authority19 agama dan pembaharuan bentuk
dan pola praktik keagamaan dan mediation.20 ulama Akibatnya, agama
tokoh melihat monopoli mereka atas urusan agama menguap dan, sebagai hasilnya, mereka
pengaruh telah berkurang selama dekade terakhir baik di Jawa, 21 jantung dari
negara, dan Outer Pulau Indonesia
Sedang diterjemahkan, harap tunggu..
 
Bahasa lainnya
Dukungan alat penerjemahan: Afrikans, Albania, Amhara, Arab, Armenia, Azerbaijan, Bahasa Indonesia, Basque, Belanda, Belarussia, Bengali, Bosnia, Bulgaria, Burma, Cebuano, Ceko, Chichewa, China, Cina Tradisional, Denmark, Deteksi bahasa, Esperanto, Estonia, Farsi, Finlandia, Frisia, Gaelig, Gaelik Skotlandia, Galisia, Georgia, Gujarati, Hausa, Hawaii, Hindi, Hmong, Ibrani, Igbo, Inggris, Islan, Italia, Jawa, Jepang, Jerman, Kannada, Katala, Kazak, Khmer, Kinyarwanda, Kirghiz, Klingon, Korea, Korsika, Kreol Haiti, Kroat, Kurdi, Laos, Latin, Latvia, Lituania, Luksemburg, Magyar, Makedonia, Malagasi, Malayalam, Malta, Maori, Marathi, Melayu, Mongol, Nepal, Norsk, Odia (Oriya), Pashto, Polandia, Portugis, Prancis, Punjabi, Rumania, Rusia, Samoa, Serb, Sesotho, Shona, Sindhi, Sinhala, Slovakia, Slovenia, Somali, Spanyol, Sunda, Swahili, Swensk, Tagalog, Tajik, Tamil, Tatar, Telugu, Thai, Turki, Turkmen, Ukraina, Urdu, Uyghur, Uzbek, Vietnam, Wales, Xhosa, Yiddi, Yoruba, Yunani, Zulu, Bahasa terjemahan.

Copyright ©2025 I Love Translation. All reserved.

E-mail: