Finite Element Modeling Metode 2-D 2-D elemen hingga (FEM), melalui paket perangkat lunak yang tersedia secara komersial [11], digunakan untuk menentukan keterbatasan deteksi termal disebabkan oleh lembar muka dengan rasio ketebalan inti. Ketebalan sheet tatap rasio ketebalan inti diteliti adalah 4: 1, 5: 1, 6: 1, 7: 1 dan 8: 1. Model ini disederhanakan dengan menggunakan lembar wajah terikat langsung ke inti (tidak ada perekat) berdasarkan hasil 1-D. Contoh hingga model analisis elemen lembar wajah komposit dengan inti aluminium ditunjukkan pada Gambar 5. Model 2-D mengandung unsur 1038 dan 620 node. Ketebalan lembar wajah adalah 0,1 cm dan inti aluminium ketebalan dinding sel 0,02 cm. Rasio lembar muka dengan ketebalan inti adalah 5: 1. Lebar lembar wajah 0,5 cm dan panjang inti adalah 0,4 cm, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 5. Suhu permukaan (suhu kamar dikurangi) sebagai fungsi waktu juga ditunjukkan pada Gambar 5 (petak kanan). Untuk kali awal sekitar 0,3 detik tidak ada kontras yang disebabkan oleh inti. Ini menunjukkan bahwa cacat dalam lembar wajah dapat terdeteksi sekitar waktu ini dan karena itu dapat dibedakan dari cacat inti. Kemudian pada waktu, sekitar 0,97 detik, inti aluminium menurunkan suhu di permukaan lembar wajah lebih inti. Kontras Suhu memudar sekitar 8,3 detik. Gambar 6 menunjukkan perbandingan antara 2-D FEM dan 1-D hasil model analisis. Untuk kali awal hingga sekitar 0,75 detik, ada kesepakatan yang cukup baik antara 2 model. Masa lalu 0,75 detik model berbeda dan seperti yang diharapkan model 2-D akan memprediksi kontras suhu yang lebih rendah karena aliran panas lateral diperhitungkan. Perbandingan hasil model 2-D, dengan kamera kebisingan menambahkan, dari evolusi kontras vs waktu untuk berbagai sheet tatap rasio ketebalan dinding sel inti ditunjukkan pada plot kanan Gambar 6. Perbedaan suhu dihitung
Sedang diterjemahkan, harap tunggu..
