Hasil (
Bahasa Indonesia) 1:
[Salinan]Disalin!
PerkenalanKeputusan mengenai struktur modal yang penting untuk setiap organisasi bisnis.Dalam bentuk perusahaan bisnis, umumnya itu adalah tugas dari manajemen untuk membuatkeputusan struktur modal dengan cara yang nilai perusahaan dimaksimalkan. Namun,memaksimalkan nilai perusahaan merupakan pekerjaan yang tidak mudah karena melibatkan pemilihan utang danefek ekuitas dalam proporsi yang seimbang tetap melihat dari biaya dan manfaat yang berbedaditambah dengan ini securities.A keputusan yang salah dalam proses pemilihan sekuritas mungkinmenyebabkan perusahaan untuk kesulitan keuangan dan akhirnya bangkrut. Hubunganantara keputusan struktur modal dan nilai perusahaan telah banyak ditelitidalam beberapa dekade terakhir. Selama bertahun-tahun, teori struktur modal alternatif telahdikembangkan untuk menentukan struktur modal yang optimal. Meskipun teoritisbanding struktur modal, metodologi tertentu belum belum terealisasi, yangmanajer dapat menggunakan dalam rangka untuk menentukan tingkat utang yang optimal. Hal ini mungkin disebabkan oleh faktabahwa teori-teori mengenai struktur modal berbeda dalam penekanan relatif mereka; contohnya,trade-off teori menekankan pajak, teori pecking order menekankan perbedaaninformasi, dan teori aliran kas bebas menekankan biaya agensi. Namun, initeori memberikan bantuan dalam memahami perilaku pembiayaan perusahaan sertadalam mengidentifikasi faktor-faktor potensial yang mempengaruhi struktur modal.Literatur empiris terhadap struktur modal pilihan sangat luas, terutama mengacu
negara-negara industri (Myers, 1977; Titman dan Wessels, 1988; Rajan dan Zingales,
1995; Wald, 1999) dan negara-negara berkembang beberapa (Booth et al., 2001). Namun, temuan
dari studi empiris tidak mengarah ke konsensus berkaitan dengan signifikan
faktor penentu struktur modal. Ini mungkin karena variasi dalam penggunaan
jangka panjang terhadap utang jangka pendek atau karena perbedaan kelembagaan yang ada
antara negara maju dan berkembang.
Kurangnya konsensus di antara para peneliti mengenai faktor yang mempengaruhi
keputusan struktur modal dan penelitian kecil untuk menggambarkan perilaku pembiayaan
Perusahaan Pakistan beberapa alasan yang telah membangkitkan kebutuhan untuk research.We ini harapan bahwa
Temuan dari studi empiris ini tidak hanya akan mengisi kesenjangan ini, tetapi juga menyediakan beberapa
dasar atas mana evaluasi yang lebih rinci dapat didasarkan.
Sisa kertas ini disusun sebagai berikut. Dalam Bagian 2, yang paling menonjol
Temuan teoritis dan empiris yang disurvei. Dalam Bagian 3, determinan potensial
struktur modal dirangkum, dan bukti teoritis dan empiris mengenai
penentu ini disediakan. Bagian 4 adalah bagian empiris kertas yang
menjelaskan data dan metodologi yang digunakan dalam penelitian ini. Bagian 5 dikhususkan untuk
Hasil dan diskusi, dan akhirnya Bagian 6 menyajikan kesimpulan dari penelitian ini.
2. Ulasan teori struktur modal
Teori modern struktur modal dikembangkan oleh Modigliani dan Miller (1958).
Mereka membuktikan bahwa pilihan antara utang dan ekuitas pembiayaan tidak memiliki dampak material
pada nilai perusahaan, oleh karena itu, manajemen perusahaan harus berhenti mengkhawatirkan tentang
proporsi efek hutang dan ekuitas karena di pasar modal yang sempurna setiap
kombinasi utang dan ekuitas sebagus lain. Namun, Modigliani
dan Miller tidak relevan utang teorema berdasarkan asumsi yang tidak terbatas
terus dalam kenyataannya, ketika asumsi ini dihapus maka pilihan struktur modal
menjadi faktor nilai-menentukan penting. Misalnya, mengingat pajak di mereka
analisis Modigliani dan Miller (1963) mengusulkan bahwa perusahaan harus menggunakan sebanyak utang
Sedang diterjemahkan, harap tunggu..
