Keuntungan
1. Keuntungan yang diperoleh penduduk suatu Negara pihak pada Persetujuan dari pemindahtanganan harta nyata terletak di
Negara pihak lainnya dapat dikenakan pajak di Negara lainnya.
2. Keuntungan dari pemindahtanganan harta pribadi membentuk bagian dari bisnis properti dari
bentuk usaha tetap yang penduduk suatu Negara pihak telah atau memiliki (dalam dua belas bulan
periode sebelum tanggal keterasingan) di Negara lain atau pribadi properti yang berkaitan
dengan basis tetap yang atau tersedia (dalam jangka waktu dua belas bulan sebelum tanggal
keterasingan) untuk penduduk dari suatu Negara pihak pada Negara lain untuk tujuan
melakukan pekerjaan bebas, termasuk keuntungan dari pemindahtanganan bentuk permanen
pendirian atau tempat usaha tetap, dapat dikenakan pajak di Negara lainnya.
3. Keuntungan yang diperoleh penduduk suatu Negara pihak pada Persetujuan dari pemindahtanganan:
(a) Saham yang membentuk bagian dari suatu kepentingan substansial dalam modal saham perusahaan yang
bukan merupakan penduduk Negara itu nilai yang berbagi berasal terutama dari real properti
yang berada di Negara pihak lainnya; atau
(b) Minat dalam kemitraan, kepercayaan atau real nilai yang terutama berasal
dari real properti terletak di Negara pihak lainnya
dapat dikenakan pajak di Negara lainnya, asalkan hukum yang berlaku di Negara yang disebutkan pertama di saat
keterasingan seperti akan, dalam keadaan yang sebanding, tunduk keuntungan pajak yang diperoleh penduduk dari
Negara lain. Untuk tujuan ayat ini,
(c) Istilah "real properti" termasuk saham perusahaan yang nilainya saham
berasal terutama dari real properti atau kepentingan dalam kemitraan, kepercayaan atau real dimaksud
dalam sub-ayat (b) , tetapi tidak termasuk properti (selain tambang, sumur minyak atau gas, sewa
properti atau properti yang digunakan untuk pertanian atau kehutanan) di mana bisnis perusahaan,
kemitraan, kepercayaan atau real dilakukan pada; dan
(d) A kepentingan substansial ada ketika warga dan orang-orang yang berhubungan dengannya sudah 10
persen atau lebih saham dari setiap kelas dari modal saham perusahaan.
4. Keuntungan dari pemindahtanganan harta lainnya, kecuali yang disebut pada ayat 1, 2 dan 3 akan
dikenakan pajak di Negara pihak yang memindahtangankan itu merupakan penduduk.
5. Ketentuan-ketentuan ayat 4 tidak akan mempengaruhi hak dari Negara untuk memungut pajak atas
keuntungan dari pengalihan harta yang diperoleh seorang individu yang merupakan penduduk dari pihak lainnya
Negara jika individu seperti:
(a) Apakah penduduk Negara yang disebut pertama untuk 120 bulan selama jangka waktu 20
tahun berturut-turut; dan
(b) Apakah penduduk dari Negara yang disebut pertama setiap saat selama sepuluh tahun
segera sebelum pemindahtanganan properti.
6. Di mana seorang individu (selain warga Amerika Serikat) yang merupakan penduduk dari Kanada
menjadi penduduk Amerika Serikat, dalam menentukan kewajiban untuk Amerika Serikat perpajakan sehubungan
keuntungan apapun dari pemindahtanganan tempat tinggal utama dalam Kanada dimiliki oleh dia pada saat ia berhenti
menjadi penduduk Kanada, dasar disesuaikan kekayaan tersebut harus tidak kurang dari nilai pasar wajar pada
saat itu.
7. Dimana setiap saat seorang individu diperlakukan untuk tujuan perpajakan oleh suatu Negara sebagai
telah terasing properti dan dikenakan pajak di Negara itu dengan alasan daripadanya dan hukum domestik dari
Negara pihak lainnya pada waktu seperti menangguhkan (tapi tidak memaafkan) perpajakan, yang masing-masing dapat memilih di
pulang tahunan pendapatan untuk tahun keterasingan tersebut untuk dikenakan pajak di pihak lainnya
Negara pada tahun itu seolah-olah ia memiliki, segera sebelum waktu itu, dijual dan dibeli kembali properti tersebut untuk
jumlah yang sama dengan nilai pasar wajar pada saat itu.
8. Jika penduduk dari suatu Negara mengasingkan properti dalam perjalanan dari perusahaan
organisasi, reorganisasi, penggabungan, pembagian atau transaksi serupa dan keuntungan, keuntungan atau pendapatan dengan
hormat untuk keterasingan tersebut tidak diakui untuk tujuan perpajakan di Negara tersebut, jika diminta untuk melakukan
demikian oleh orang yang memperoleh properti, pejabat yang berwenang dari Negara lain mungkin
setuju, untuk menghindari pajak ganda dan tunduk pada syarat dan ketentuan yang memuaskan untuk seperti
berwenang, untuk menunda pengakuan keuntungan, keuntungan atau penghasilan sehubungan dengan kekayaan tersebut
untuk tujuan perpajakan di Negara lain sampai waktu dan dengan cara seperti dapat diatur dalam
perjanjian.
9. Jika penduduk dari suatu Negara mengasingkan properti yang mungkin sesuai dengan ini
Pasal dikenakan pajak di Negara pihak lainnya dan yang dimiliki oleh penduduk dari firstmentioned
Negara pada tanggal penandatanganan Konvensi ini, jumlah gain yang dikenakan pajak
di Negara lainnya sesuai dengan Pasal ini harus dikurangi dengan proporsi keuntungan
yang timbul (secara bulanan), atau seperti besar
Sedang diterjemahkan, harap tunggu..
