adalah menarik bagi pengguna yang membutuhkan untuk mengakses dan memvisualisasikan data spasial, tetapi yang
tidak awalnya khawatir dengan menarik kesimpulan dari analisis spasial
data per se. Bagian kedua menampilkan jenis yang lebih khusus dari data spasial
analisis, di mana posisi relatif pengamatan dalam ruang dapat berkontribusi
untuk memahami proses pembuatan data. Bagian ini tidak pengantar
statistik spasial dalam dirinya sendiri, dan harus dibaca dengan buku teks yang relevan dan
kertas dimaksud dalam bab-bab.
Bab 2 sampai 6 memperkenalkan data spasial penanganan di R. Pembaca perlu
untuk mendapatkan untuk bekerja dengan cepat dapat memilih untuk membaca Chap . 4 pertama, dan kembali ke lain
bab berikutnya untuk melihat bagaimana segala sesuatu bekerja. Mereka yang lebih memilih untuk melihat struktur telanjang
terlebih dahulu sebelum menggunakannya akan membaca bab secara berurutan, mungkin menghilangkan
subbagian teknis. Fungsi, kelas, dan metode yang diindeks, dan
sebagainya navigasi dari satu bagian ke bagian lain harus layak.
Bab 2 dibahas secara rinci kelas untuk data spasial di R, seperti yang diterapkan
dalam paket sp, dan Chap. 3 membahas berbagai cara memvisualisasikan
data spasial. Bab 4 menjelaskan bagaimana sistem koordinat referensi
bekerja dalam representasi sp data spasial di R, bagaimana mereka dapat didefinisikan
dan bagaimana data dapat diubah dari satu sistem ke sistem lain, bagaimana spasial
data dapat diimpor ke R atau diekspor dari R ke format GIS , dan bagaimana R
dan open source GRASS GIS yang terintegrasi. Bab 5 meliputi metode
untuk menangani kelas didefinisikan dalam Bab. 2, terutama untuk menggabungkan dan mengintegrasikan
data spasial. Akhirnya, Chap. 6 menjelaskan bagaimana metode dan kelas
diperkenalkan di Bab. 2 dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan sendiri.
Jika kita menggunakan klasifikasi Cressie (1993), kita bisa memperkenalkan diterapkan
analisis data spasial bagian dari buku sebagai berikut: Chap. 7 meliputi analisis
pola spasial titik, di mana posisi relatif poin dibandingkan dengan
berkerumun, acak, atau biasa proses menghasilkan. Bab 8 menyajikan
analisis data geostatistik, dengan interpolasi dari nilai-nilai di observasi
poin poin prediksi. Bab 9 dan 10 kesepakatan dengan analisis statistik
data areal, dimana entitas diamati membentuk tessellation dari daerah penelitian,
dan sering wadah untuk data yang timbul pada skala lain; Chap. 11 mencakup
topik khusus pemetaan penyakit di R, dan bersama-sama mereka menutupi analisis
data yang kisi, di sini disebut Data areal.
Data set dan kode untuk mereproduksi contoh dalam buku ini tersedia
dari http: //www.asdar-book. org; website juga termasuk warna
versi tokoh dan bahan pendukung lainnya.
Sedang diterjemahkan, harap tunggu..
