Hasil (
Bahasa Indonesia) 1:
[Salinan]Disalin!
AbstrakKebanyakan kerentanan penilaian dilakukan dengan menilai wilayah geografis yang berdasarkan tingkat kerentanan mereka dengan tujuanmenggunakan hasil tersebut untuk kebijakan publik diterapkan pada manajemen risiko bencana (DRM). Proses penilaian ini telah dikritik sebagaioversimplification dan karena itu gagal untuk mengintegrasikan kerentanan dengan konsep DRM lainnya. Karya ini membincangkan keterbatasandari saat ini pendekatan untuk Pengkajian kerentanan dan mengidentifikasi kunci petunjuk untuk agenda riset masa depan untuk mendukung lebih baikproses penilaian pada skala masyarakat. Sampai saat ini, kajian kerentanan telah gagal untuk mengenali dinamis dan sistemikkarakter kerentanan masyarakat dan pentingnya memadukan konsep kerentanan, ketahanan dan adaptasi dalamproses penilaian. Ini berarti itu memadai untuk tujuan menilai kerentanan masa depan menggunakan pemodelan kuantitatif.Akibatnya, kebijakan publik sering bergantung hanya pada penilaian tingkat kerentanan saat ini untuk pengambilan keputusan. Karya iniberpendapat kebutuhan proses penilaian yang menggunakan kerentanan pemodelan. Pemodelan mampu menekankan karakteristikkerentanan komunitas, menilai kerentanan masa depan, dan mengevaluasi secara kuantitatif adaptasi untuk skenario tertentu. Hal tersebut terintegrasikerentanan dengan konsep terkait ketahanan dan adaptasi. Akibatnya, penilaian jenis ini menawarkan kerangka kerja yang lebih baikuntuk mendukung kebijakan publik yang lebih proaktif untuk mengurangi kerentanan komunitas terhadap bencana.
Sedang diterjemahkan, harap tunggu..
